Sejarah Morula IVF

Bunda telah terlibat aktif dalam pengembangan program Assisted Reproduction Technology, atau Teknologi Reproduksi Dibantu, sejak tahun 1992. Namun program In Vitro Fertilisation (IVF) – umum dikenal dengan nama program Bayi Tabung – baru diperkenalkan setelah beberapa tahun ekplorasi dan pengembangan.

Dr Rizal Sini, Sp.OG – selaku pencetus program ART di RSIA. Bunda Jakarta – melakukan penelusuran selama bertahun-tahun di beberapa klinik Bayi Tabung di negara tetangga untuk membangun kerjasama dalam pengembangan pelayanan masalah kesuburan. Pada akhirnya sebuah kesepakatan kerjasama dibangun antara RSIA Bunda Jakarta dengan klinik Repromed Australia, pusat program Bayi Tabung terbesar di Australia.

Kemitraan yang dibangun pada tahun 1997 melahirkan nama Klinik Fertilitas Morula sebagai pusat pelayanan kesuburan di Indonesia. Morula adalah suatu tahap perkembangan embryo, yang menggambarkan kemampuan atau kesiapan embryo untuk berkembang lebih jauh menjadi janin bayi.

Morula dibangun dengan penuh dedikasi dalam membantu pasangan suami istri dalam menyelesaikan masalah kesuburan yang dialami. Standar medis dengan memanfaatkan teknologi terkini, klinisi dan staf medis terlatih memberikan pelayanan kesuburan secara profesional telah menjadikan Klinik Fertilitas Morula menjadi yang terunggul dan diakui keberhasilannya oleh masyarakat dan kalangan medis di Indonesia.

Pada tangal 23 April 2007 Morula IVF Jakarta secara resmi memindahkan pusat pelayanannya ke lokasi baru yang bertempat di Bunda International Clinic, Jl. Teuku Cik Ditiro no. 12, Menteng, Jakarta Pusat.

Klinik kesuburan yang semula bernama Klinik Fertilitas Morula pun berganti nama menjadi MORULA IVF JAKARTA. Perubahan nama dilakukan sebagai strategi untuk mengembangkan Morula IVF Jakarta menjadi klinik yang terbaik dan terdepan dalam pelayanan kesehatan di bidang kesuburan, khususnya pada pelayanan program Bayi Tabun